Pariwisata & Kebudayaan
Perkebunan Salak Bawoleu
- Jenis: ODTW — Objek & Daya Tarik Wisata
- Kelompok: ODTW Agroforestry
- Foto: Dokumentasi DisparBud_Sitaro
Lokasi : Kampung Bawoleu, Kec. Tagulandang Utara. Sekitar ± 10 km dari Pelabuhan Ulu, Siau. Daya tarik : Salak Walk (berjalan-jalan di kawasan perkebunan Salak rakyat di daerah perbukitan yang segar dan alami, sambil memetik dan mencicipi kesegaran buah Salak). Obyek wisata lain terdekat : Monumen Salak, Makam Pahlawan Salak Tagulandang Barak Edward Mundui. Keterangan : Buah Salak merupakan salah satu komoditas andalan Pulau Tagulandang, salah satu dari 3 pulau besar di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Begitu kapal merapat di Pelabuhan Tagulandang, dengan sigap para penjaja berlomba menawarkan buah Salak disamping dagangan lainnya. Sejauh mata memandang di kampung Bawoleu Kecamatan Tagulandang Utara, nampak hamparan tanaman Salak milik rakyat. Dari ± 1.752 Ha luas kecamatan Tagulandang Utara, sekitar 400 Ha diantaranya merupakan areal tanaman Salak. Sehingga tidak heran, sampai di halaman rumah penduduk pun ditanami pohon Salak. Produk buah Salak hanya untuk Kecamatan Tagulandang Utara saja tercatat sekitar 6.000 ton per tahun, padahal hampir seluruh kecamatan di Pulau Tagulandang merupakan penghasil buah Salak. Buah Salak di Pulau Tagulandang umumnya terdiri dari 2 varietas utama, yaitu Salak Tagulandang dan Salak Mentega. Kedua varietas ini cukup berkualitas, terlihat dari buahnya yang besar-besar dan rasanya yang gurih serta manis. Dan khusus salak dari Kampung Bawoleu terkenal memiliki cita rasa istimewa yang khas. Selain berjalan-jalan menikmati segarnya udara perbukitan dan nikmatnya daging buah Salak, pengunjung dapat berziarah ke Makam Pahlawan Salak Tagulandang sambil mendengarkan cerita asal-usul masuknya buah Salak di pulau ini, atau berfoto-ria di areal Monumen Salak.

