Pariwisata & Kebudayaan
Pulau Manumpitaeng
- Jenis: ODTW — Objek & Daya Tarik Wisata
- Kelompok: ODTW Alam - Bahari
- Foto: Dokumentasi DisparBud_Sitaro
Lokasi : Pulau Manumpitaeng, Kecamatan Siau Timur Selatan. Sekitar ± 8 mil laut dari Pelabuhan Ulu, Siau atau dapat ditempuh selama ± 40 menit dengan menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Ulu. Daya tarik : pantai pasir putih, panorama bawah laut (diving point). Obyek wisata lain terdekat : Pulau Mahoro, Pantai Pahepa. Fasilitas penunjang : alat transport berupa taksi laut lokal (perahu milik masyarakat) di kawasan sekitar Pulau Manumpitaeng. Keterangan : Pulau Manumpitaeng masih terletak dalam satu gugusan dengan Pulau Mahoro. Di pulau ini sudah ada bangunan rumah dan warga yang mendiami, walau begitu masih sering pengunjung menjumpai undakan lubang-lubang di pasir tepi pantai tempat burung Maleo menaruh telur-telurnya. Terdapat selat kecil yang membatasi pulau ini dengan Pulau Pahepa, dimana perairan diantara keduanya cukup tenang dan teduh sehingga dapat dijadikan tempat untuk berwisata dengan perahu dayung, snorckeling ataupun diving. Masyarakat di dusun Lawahu yang berhadapan dengan pantai Manumpitaeng masih melestarikan tradisi Ngalape dan sering menjadikan pantai Manumpitaeng sebagai tempat menimbun hasil tangkapan ikan. Ngalape adalah adat dalam kegiatan penangkapan ikan, dimana orang yang melihat gerombolan ikan terlebih dahulu dan memberitahukannya kepada penduduk kampung untuk mengejar atau menangkapnya beramai-ramai, akan mendapat bagian sebesar 10 persen dari hasil tangkapan sebelum dibagi rata dengan seluruh nelayan yang berpartisipasi. Ngalape adalah istilah dalam bahasa daerah yang artinya melambaikan tangan kepada orang-orang untuk memanggil atau memberitahukan tentang sesuatu.

